this site
AKADEMISI ULUL ALBAB

Sarjana yang ulul albab tentunya merupakan hal yang kita inginkan bersama. Untuk menghasilkan sarjana yang diinginkan tadi, yakni sarjana yang mempunyai kualifikasi Ulul Albab, kita perlu terlebih dahulu mengetahui orientasi sarjana ulul albab, sehingga kita dapat mengetahui kemana kita harus bergerak, kemana kita harus menuju tujuan yg diharapkan untuk menuju sukses.
Yang tak kalah pentingnya juga ialah kita harus mengetahui indikator keberhasilan kita. Sehingga kita dapat mengetahui sejauh mana kita sudah bergerak, berproses dan dapat dijadikan evaluasi untuk mencari ilmu selanjutnya.
Pada kesempatan kali ini kita akan pahami bersama tentang apa yang kita anggap penting tadi. Pertama, Orientasi Sarjana Ulul Albab.
Ketika kita memiliki tujuan sarjana ulul albab, maka pendidikan kita juga harus memiliki Arah Pendidikan yang ulul albab. Pendidikan Ulul Albab berkeyakinan bahwa mengembangkan ilmu pengetahuan bagi komunitas kampus semata-mata dimaksudkan sebagai upaya mendekatkan diri dan memperoleh ridha Allah swt. Akan tetapi, pendidikan Ulul Albab juga tidak menafikan arti pentingnya pekerjaan sebagai sumber rizki.
Ulul Albab berpandangan bahwa jika seseorang telah menguasai ilmu pengetahuan, cerdas, berpandangan luas dan  berhati yang lembut serta mau berjuang di jalan Allah, insya Allah akan mampu melakukan amal shaleh.
Konsep amal shaleh diartikan sebagai bekerja secara lurus, tepat, benar atau profesional. Amal shaleh bagi Ulul Albab adalah merupakan keharusan bagi  komunitas kampus dan alumninya. Sebab, amal shaleh adalah jalan menuju ridha Allah swt.
Selain itu pula, pendidikan ulûl albâb harus mampu memberikan piranti yang dipandang kukuh dan strategis agar seseorang dapat menjalankan peran sebagai khalîfah di muka bumi sebagaimana yang diisyaratkan Allah swt, melalui kitab suci al-Qur’an.
Kedua, Ukuran Keberhasilan
Keberhasilan hidup bagi penyandang Ulul Albab bukan terletak pada jumlah kekayaan, kekuasaan, sahabat, dan sanjungan yang diperoleh, melainkan keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.  Di dunia ini tak sedikit orang kaya, berkuasa dan disanjung orang banyak, tetapi ternyata tidak selamat dan juga tidak bahagia.
Ulul Albab diberikan oleh Allah swt. rizki yang halal, mungkin juga pengaruh yang luas tetapi tetap selamat dan bahagia.  Penyandang Ulul Albab selalu memilih jenis dan cara kerja yang shaleh, artinya yang benar, lurus, tepat atau profesional. Oleh karena itu, amal shaleh yang dilakukan oleh Ulul Albab selalu disenangi oleh manusia dan bahkan oleh Allah swt.
Ulul Albab meyakini adanya kehidupan jasmani dan ruhani, dunia dan akhirat. Kedua dimensi kehidupan itu harus memperoleh perhatian secara seimbang dan tidak dibenarkan hanya memprioritaskan salah  satunya. Keberuntungan di dunia harus berdampak positif pada kehidupan akhirat dan tidak justru sebaliknya.
Lewat  dzikr, fikr dan amal shaleh, pendidikan Ulul Albab mengantarkan seseorang menjadi manusia terbaik,  sehat jasmani dan ruhani. Sebagai manusia terbaik, ia selalu melakukan kegiatan dan pelayanan terbaik kepada sesama, “khair an-nâs anfa`uhum li an-nâs. Ayat ini juga merupakan salah satu ciri khas  kampus IAIN sunan ampel surabaya, karena disebelah utaranya rektorat terdapat ayat itu, yang bertujuan memperingati mahasiswa dalam rangka menuntut ilmu di surabaya. Sehingga mahasiswa tidak hanya diajarkan untuk menjaga kesehatan jasmani saja, akan tetapi juga kesehatan rohani.
Sebagai orang yang sehat harus berusaha menghindar dari segala penyakit baik penyakit yang bersifat jasmani maupun penyakit yang bersifat rohani. Penyakit jasmani mudah dikenali dan dirasakan, sementara  penyakit ruhani  tak mudah dikenali dan bahkan juga tidak disadari. Beberapa jenis penyakit ruhani itu antara lain: sifat dengki, iri hati,  suka menyombongkan diri (takabbur), kufur nikmat, pendendam, keras kepala, individualistik, tidak toleran  dan lain-lain.
Refleksi
Dari konsep ideal diatas, marilah kita tengok  kondisi kita bersama selama ada di kampus IAIN sunan ampel surabaya. Kalau dilihat dari orientasinya, saya kira kampus IAIN sudah sangat mendukung, tingggal kita sebagai mahasiswa mau tidak memanfaatkannya.
Kalau memang tidak sesuai dengan konsep yang saya sebutkan diatas, siap-siap saja menjadi sarjana pengangguran. Akan tetapi kalau memang sudah mengetahui dan menjalankan hal itu semua, saya kira dia sudah siap menjadi sarjana ulul albab yang salah satu cirinya ialah senang di dunia dan senang di akhirat.
Sedangkan kalau konsep mengukur keberhasilan, kita dapat melihat dia sarjana ulul albab atau tidak, ketika dia lulus. Kalau dia sarjana ulul albab, dia tidak akan susah cari kerja, akan tetapi dia akan dicari oleh pekerjaan, artinya dia tidak akan melamar pekerjaan, tapi dia akan dilamar pekerjaan. Akan tetapi, jika dia bukan sarjana ulul albab, maka dia akan kebingungan ketika sudah lulus dari kampus, karena tidak ada salah satu kemampuan yang akan dijadikan modal dalam bekerja.
Oleh karena itu, mulai sekarang kita harus sudah berani memilih, kita ingin menjadi sarjana ulul albab atau tidak, dengan konsekwensinya masing-masing. Kalau kita masih jauh dari konsep ideal tadi, maka secepatnya kita berubah, dan dimulai sejak sekarang ini.
0 komentar

Poskan Komentar

Flag Counter

free counters
Link Top Tutorial Blog Ping your blog, website, or RSS feed for Free

Kotak Berlangganan

Enter your email address:

Followers

About Me

Foto Saya
saya berasal dari orang yang menengah kebawah, tapi dengan keinginan kuat saya, tak menjadi penyebab bagi saya untuk tidak meneruskan kuliah, tekad yang bulat, dan keinginan yang menggebu-gebu mendorong saya untuk melang-lang buana atau merantau ke daerah yang jauh dari tanah kelahiran saya.