this site
ISLAM DAN PENGEMBANGAN KEMANDIRIAN EKONOMI

Judul               : ISLAM DAN PENGEMBANGAN KEMANDIRIAN EKONOMI
(Peran Komunitas Keagamaan terhadap Pengembangan Kemandirian Ekonomi masyarkat Desa Seddur Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan)
Penulis            : Erliyanto
NIM                : B02304011
Jurusan           : Pengembangan Masyarakat Islam


BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat pada dasarnya merupakan cita-cita dari pembangunan agama. Kesejahteraan dalam hal ini mencakup dimensi lahir batin, material dan spiritual. Lebih dari itu agama menghendaki agar pemeluknya menjalani kehidupan yang aman dan damai. Oleh karena itu pembangunan agama diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera. Sejalan dengan realitas kehidupan beragama yang berkembang di masyarakat, maka pengembangan nilai-nilai keagamaan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat harusnya menjadi perhatian utama dalam upaya melakukan pengembangan masyarakat, khususnya dalam wilayah pengembangan ekonomi.
Agama Islam memiliki cita-cita untuk menegakkan sebuah tatanan masyarakat yang mulia, adil, elegan, berwibawah dan bertahan di muka bumi. Hal ini juga ditegaskan dalam Al-qur’an yang juga banyak menyentuh aspek kemanusiaan, baik mengenai komposisi jasad manusia, kedudukan atau fungsi manusia, keistimewaan manusia, kelemahan-kelemahan manusia.
Islam sebagai Agama jelas memiliki peran penting dalam pengembangan dan pemberdayaan umatnya, salah satunya adalah dengan menjiwai nilai-nilai universal yang ada dalam ajaran Islam tersebut.  Agama Islam harusnya menjadi motivasi dan semangat kepada para pemeluknya untuk senantiasa menjadi individu dan masyarakat yang berkualitas, baik dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, Etika dalam berpolitik, pendidikan serta pengembagan ekonomi.
Maka dari itulah diperlukan sebuah komunitas atau lembaga keagamaan sebagai media untuk melakukan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (ummat). Komunitas tersebut khususnya membantu mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.
Komunitas atau lembaga keagamaan tersebut jelas memiliki peran yang sangat penting terhadap pengembangan masyarakat. Walaupun pada awalnya peran pengembangan dan pemberdayaan yang dilakukan oleh komunitas sosial keagamaan hanya pada aspek ritual keagamaan semata. Akan tetapi lama-kelamaan lembaga atau komunitas tersebut memiliki orientasi yang lebih luas, orientasi dalam upaya pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.
Demikian halnya dengan lembaga sosial keagamaan yang ada di Desa Seddur, dimana komunitas sosial keagamaan tersebut hanya bergerak di bidang ritual-ritual keagamaan, seperti, tahlilan, yasinan, istighosah dan lainnya, kini telah mengalami perkembangan. Komunitas sosial keagamaan tersebut sedikit demi sedikit telah ikut andil dalam proses pengembangan masyarakat, khususnya dalam bidang kemandirian ekonomi.
Hal ini menurut pengamatan sementara peneliti/penulis yang kebetulan adalah salah satu dari warga Desa Seddur Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan tersebut melihat, bahwa pada realitas tersebut timbul karena adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya kehidupan yang berkualitas di dunia atau pun di akhirat. Disamping itu, pemerintah yang seharusnya menjawab segala kebutuhan dan permasalahan masyarakat kini tak mampu berperan secara efektif, karena selama ini program-program yang pemerintah canangkan selalu mengalami hambatan, sehingga tidak berjalan secara maksimal, dan sebagai konsekwensinya masyarakat tetap dalam keadaan terpuruk.
Masyarakat akhir-akhir ini sudah mulai sadar akan keberadaan dirinya yang tertinggal, sehingga melalui komunitas-komunitas keagamaan yang ada mereka bahu-membahu untuk saling membantu meningkatkan kualitas hidup mereka.
Hal ini dibuktikan, bahwa pada awalnya banyak masyarakat yang di Desa Seddur yang hidupnya hanya tergantung pada hasil pertanian mereka. Akan tetapi beberapa tahun terakhir ini para warga juga sudah mulai beranjak untuk melakukan usaha perdagangan, buka toko maracang, jualan kecambah, kacang mentah, bakso, rujak serta beberapa kreativitas usaha lain, baik istri ataupun suami kini sama-sama berusaha untuk meningkatkan taraf hidup mereka.
Dari itulah peneliti berusaha untuk mendsikripsikan sejauh mana peran komunitas sosial keagamaan Islam tersebut dalam kaitanya dengan pengembangan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya adalah masyarakat Islam. 

B.    Rumusan Masalah

Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1.     Bagaimana peran komunitas sosial keagamaan dalam upaya peningkatan dan pengembangan kemandirian ekonomi masyarakat di Desa Seddur Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan?
2.     Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi komunitas sosial keagamaan dalam Upaya Pengembangan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa Seddur Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan?

C.    Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini diantaranya meliputi :
a.      Untuk mengetahui Bagaimanakah peran Komunitas sosial keagamaan dalam Upaya Pegembangan Kemandirian Ekonomi Masyarakat yang ada di Desa Seddur Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan.
b.     Untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi komunitas sosial keagamaan dalam Upaya Pengembangan Kemandirian Ekonomi Masyarakat yang ada di Desa Seddur Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan?
D.    Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dalam penelitian ini diantaranya :
1.     Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pemerintah sebagai bahan pertimbangan dan analisa dalam upaya pembuatan program pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa.
2.     Penelitian ini juga bisa bermanfaat bagi masyarakat luas serta lembaga-lembaga swadaya masyarakat agar dapat dijadikan acuan dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat
3.     Dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan tambahan bagi Fakultas Dakwah sebagai informasi ilmiah secara empiris maupun teoritis khususnya dalam bidang Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), terkait dengan upaya pengembangan kemandirian ekonomi masyarakat Islam.
4.     Dari adanya kegiatan penelitian ini, semoga bermanfaat bagi para pembaca dan  bagi peneliti sendiri dalam rangka penyelesaian program Sarjana SI.



E.    Definisi Konsep
Adapun definisi konsep dari penelitian  yang berjudul ”Islam dan Pengembangan Kemandirian Ekonomi” ini adalah dimaksudkan untuk memberikan batas-batasan tentang beberapa konsep atau pengertian dari judul itu. Di mana penelitian ini akan dilakukan berdasarkan study kasus yang ada di Desa Seddur Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. Adapun definisi konsep dari judul di atas adalah meliputi :
a.      Islam
Adapun pengertian Islam secara etimologi berarti penyerahan atau kepatuhan. Sedangkan secara istilah memiliki dua arti yaitu: pertama, bersifat umum: yang berarti semua Agama yang dibawa oleh para Nabi/ Rasulallah sejak Nabi Adam AS sampai Nabi Muhammad  SAW. Kedua, bersifat khusus: yang berarti Agama Allah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
Dari definisi di atas, Islam yang dimaksud dalam penulisan ini adalah agama Islam yaitu, Agama Allah yang di bawa oleh Nabi Muhammad SAW.[1]
b.     Pengembangan
Bila ditinjau dari sisi istilah pengembangan dapat disamakan juga dengan istilah pemberdayaan. Bahkan dalam dua istilah ini dalam batas-batas tertentu bersifat interchangable atau dapat dipertukarkan. Pemberdayaan adalah terjemahan dari istilah asing empowerment yang secara leksikal berarti penguatan. Memberdayakan masyarakat adalah upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat yang dalam kondisi tidak mampu melepaskan diri dari kemiskinan dan keterbelakangan.
Menurut Ginanjar Kartasasmita sebagaimana dikutip oleh Hari Witono Suparlan mengatakan bahwa memberdayakan adalah memampukan dan memandirikan masyarakat.[2] Sedangkan menurut Sukrianto dalam bukunya Hari Witono Suparlan pengembangan berarti membina dan meningkatkan kualitas masyarakat, agar mereka dapat hidup lebih baik, lebih kuat etos kerjanya, lebih efesien cara hidupnya, lebih luas ilmunya, lebih sehat fisik dan lingkungannya, lebih sejahtera dan tercukupi kebutuhan hidupnya dan lebih bahagia hidupnya.[3]
c.      Kemandirian Ekonomi
Kemandirian merupakan suatu sikap mengutamakan kemampuan diri sendiri dalam mengatasi berbagai masalah, demi mencapai satu tujuan tanpa menutup diri terhadap berbagai kemungkinan kerjasama yang saling mengutamakan.[4]
Dalam pengertian sosial atau pergaulan antara sesama manusia (kelompok, komunitas), kemandirian juga bermakna sebagai organisasi diri (self organization) atau managemen diri (self managemant), unsur-unsur tersebut saling melengkapai, sehingga muncul suatu keseimbangan. Jadi proses kemandirian adalah proses yang tanpa ujung.
Dalam konteks  pembangunan, sikap mandiri harus dijadikan tolak ukur keberhasilan, yakni apakah rakyat atau masyarakat menjadi lebih mandiri atau malah semakin bergantung. Jadi Kemandirian Ekonomi adalah kemampuan diri sendiri dalam mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan pokok hidup manusia untuk mencapai tujuan hidup yang sejahtera.
F.     Sistematika Pembahasan
Untuk memudahkan pembahasan dalam menganalisa studi ini, diperlukan sistematika pembahasan yang isinya sebagai berikut.
BAB I              :  Pendahuluan yang terdiri dari sub bab, latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi operasional, dan sistematika pembahasan.
BAB II             :  Kerangka teoritik, membahas secara teoritis pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Islam,  model-model pemberdayaan, Pengembangan sumberdaya manusia, dan pengembangan kemandirian ekonomi masyarakat.
BAB III           :  Metodologi penelitian, pendekatan dan jenis penelitian, obyek penelitian, teknik Pengumpulan data penelitian, dan teknik analisis data penelitian
BAB IV           :  Penyajian dan analisis data, gambaran umum obyek penelitian yang meliputi letak geografis dan demografi Desa Seddur Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan, pada sub bab selanjutnya penyajian data dan analisis data.
BAB V            :  Penutup, kesimpulan dan saran.
BAB II KERANGKA TEORITIK

Sudah banyak di pahami di atas mengenai kerangka teoritik.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A.    Jenis Penelitian

      Upaya untuk mengkaji lebih dalam mengenai fenomena Islam dalam upaya pengembangan kemandiri ekonomi ini, peneliti menggunakan metode kualitatif, karena metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati untuk diarahkan pada latar dan individu secara holistik.

B.    Lokasi Penelitian

Lokasi yang diambil dalam penelitian ini adalah sebuah desa terletak di Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan Kepualau Madura. Desa Itu dikenal sebagai Desa Seddur. Desa ini terletak sebelah utaranya kota Pamekasan. Untuk Sampai ke Desa ini dibutuhkan sekitar + 30 menit dari arah kota pamekasan.

C.    Subyek Penelitian

Dalam hal ini yang menjadi wilayah penelitian adalah masyarakat yang ikut bergabung dalam komunitas keagamaan yang ada di Desa Seddur Kecamata Pakong Kabupaten Pamekasan. Adapun komunitas-komunitas keagamaan tersebut adalah meliputi : Tahlil Yasin, Ajian Al-Qur’an, Istiqosah, Diba’an/Shalawatan/Kesenian Hadrah.

D.    Jenis dan Sumber Data

1.     Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan atau tempat penelitian. Dalam proses pengumpulan data primer ini peneliti menggunakan dua cara, yaitu wawancara mendalam dilakukan secara persuasive dengan informan, sedangkan yang kedua adalah dengan cara observasi dilakukan untuk mencocokkan hasil wawancara dengan kenyataan yang ada di lapangan.
Dalam hal ini data yang dihimpun adalah peran komunitas keagamaan dalam upaya pengembangan kemandirian ekonomi yang di perololeh dari informan yang terlibat langsung dalam penelitian ini yakni masyarakat yang memiliki usaha sendiri serta telibat dalam kegiatan-kegiatan relegius yang diadakan di lokasi penelitian.
2.     Data Sekunder
Yaitu data yang diperoleh dari bahan bacaan atau disebut data penunjang yang derupa dokumentasi data yang dihimpun dan di peroleh dari data monografi Desa Seddur Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. Data tersebut diperoleh oleh peneliti melalui dokumen yang ada di Kecamatan dan arsip desa serta dukomentasi komunitas keagamaan yang ada di Desa tersebut.

E.    Tehnik Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data ini peneliti menggunakan beberapa tehnik sebagai berikut:
1.     Observasi
Metode ini digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan tentang data-data yang tampak di lapangan yaitu mengenai perilaku keagamaan masyarakat, perilaku ekonomi dan kehidupan social masyarakat setempat. Sehingga dari data-data tersebut peneliti bisa melakukan konfirmasi untuk penguatan melalui metode selanjutnya.
2.     Interview
Disamping itu peneliti juga melakukan wawancara atau tanya jawab dengan seefektif mungkin dalam jangka waktu yang relative singkat, tetapi diharapkan memperoleh data atau informasi yang sebanyak–banyaknya mulai dari masyarakat yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan keagamaan ataupun masyarakat yang telah memiliki usaha sendiri untuk menambah kualitas kehidupan mereka yang dibantu melalui sarana komunitas kegiatan keagamaan tersebut.
3.     Dokumentasi
Disamping itu, metode yang lain yang digunakan oleh peneliti adalah mencari data melalui dokumentasi. Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data berdasarkan pencarian data berupa cetakan, transkrip, buku – buku, surat kabar, majalah, jurnal dan lain sebagainya. Yang di peroleh peneliti dari lapangan sumber data non manusia merupakan suatu yang sudah tersedia dan peneliti harus pandai dalam memanfaatkan. Sehingga peneliti cepat mengetahui segala sesuatu informasi, khususnya tentang peranan peran komunitas kegaitan keagamaan terhadap upaya pengembangan kemandirian ekonomi masyarakat.  
BAB IV PENYAJIAN DATA
1.     Pemahaman Masyarakat tentang Agama Islam
Bagi masyarakat Desa Seddur Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan, Agama Islam di pahami sebagai pedoman hidup yang mengandung makna spiritual akan kepercayaan terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa. Di samping itu Agama Islam juga merupakan tata nilai universal yang mengatur hubungan-hubungan baik antara manusia dengan Tuhanya, manusia dengan alam sekitar serta antara manusia dengan sesama manusia lainnya.
2.     Peran Komunitas Keagamaan Terhadap Pengembangan Kemandiran Ekonomi
Upaya pemerintah dalam merealisasikan kemandirian ekonomi masyarakat sering kali mati ditengah jalan, sehingga program-program pengembangan masyarakat yang direncanakan oleh pemerintah tidak tepat sasaran dan  program-program tersebut tidak efektif. Dari beberapa problem inilah akhirnya masyarakat Desa Seddur mengambil inisiatif untuk mandiri tanpa menunggu adanya program-program pengembangan masyarakat dan pemerintah. Akhirnya melalui kelompok-kelompok kegiatan keagamaan seperti tahlil yasin, istighosah, membaca Al-Qur’an/khotmil Qura’an, dibha’ shaolawatan dan kesenian khadrah masyarakat sedikit demi sedikit mulai bangkit. Karena melalui kegiatan-kegiatan tersebut masyarakat bisa menabung sedikit demi sedikit uang hasil kerja mereka sehingga masyarakat desa seddur sudah dapat dikategorikan mandiri.
3.     Bentuk-Bentuk Pengembangan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Adapun bentuk-bentuk kemandirian ekonomi warga Desa Seddur bisa dilihat dari beberapa aspek mata pencaharian mereka yaitu:
a.      Wirausaha.
b.     Pertanian
c.      Peternakan
4.     Analisis Data
Proses pengembangan kemandirian ekonomi yang telah ditampilkan oleh masyarakat Desa Seddur ini adalah merupakan salah satu bentuk dari implikasi konsep pembangunan masyarakat yang meliputi :
1.     Pembangunan membangkitkan kemampuan optimal manusia, baik individu, maupun kelompok (capacity).
2.     Pembangunan dengan mendorong timbulnya kebersamaan, dan kemerataan nilai dan kesejahteraan (eguity)
3.     Pembangunan yang menaruh kepercayaan kepada masyarakat untuk membangun dirinya sendiri sesuai dengan kemampuan yang ada padanya. Kepercayaan ini dinyatakan dalam bentuk kesempatan yang sama, kebebasan memilih dan kekuasaan untuk memutuskan (empowerment).
4. Pembangunan yang membangkitkan kemampuan untuk membangun secara mandiri (sustainability).
5. Pembangunan yang mengurangi ketergantungan dan menciptakan hubungan yang saling menguntungkan dan saling menghormati (interdependency).

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
1.     KESIMPULAN
Dari beberapa pemaparan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa pola kehidupan ekonomi masyarakat desa seddur telah mengalami perubahan dan kemajuan, dari ketergantungan mereka pada pertanian menuju pada pengembangan kemandirian ekonomi lewat wirausaha dan peternakan.
Perubahan dan perkembangan tersebut salah satunya dilatarbelakangi oleh peran komunitas kegiatan keagamaan yang berfungsi sebagai :
b.     Tempat komunikasi masyarakat untuk membahasa persoalan-persoalan yang terkait dengan kondisi masyarakat desa Seddur.
c.      Sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. SWT.
d.     Tempat untuk menabung atau menyimpan dan sebagian harta masyarakat, serta sebagai sarana peminjaman modal untuk pengembangan perekonomian.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan dan keberhasilan komunitas keagamaan dalam upaya pengembangan kemandirian ekonomi masyarakat di Desa Seddur Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan adalah sebagai berikut :
  1. Ketaatan masyarakat terhadap ajaran-ajaran agama Islam yang masih dipegang teguh dalam menjalankan kehidupan mereka sehari-hari
  2. Sikap saling percaya dan solidaritas yang tinggi antar masyarakat. Sehingga masyarakat saling bekerjasama bahu-membahu untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Sikap saling tolong-menolong dan gotong-royong menjadi modal awal bagi masyarakat untuk terus menyatu dan menjalin hubungan yang intim antar sesame.
  3. Adanya tokoh agama yang menjadi figur bagi masyarakat. Daya kharismatik seorang tokoh ini menimbulkan rasa segan dan sungkan bagi masyarakat untuk melakukan hal-hal yang merusak citra komunitas dan masyarakat tersebut.
2. SARAN

a.      Dalam rangka tercapainya kesejahteraan masyarakat khususnya dalam kehidupan ekonomi mereka, maka salah satu pendekatan yang efektif adalah melalui pendekatan agama, karena kehidupan beragama masyarakat pedesaan masih kental.
b.     Peran pemerintah dalam proses pengembangan ekonomi sangat diperlukan guna mendorong tercapainya kemandirian masyarakat karena pemerintah sebagai pemegang kebijakan dengan tanpa mengesampingkan partisipasi masyarakat.
c.      Dalam melakukan pemberdayaan dan pengembangan ekonomi masyarakat seharusnya bersifat continue atau berkesinambungan sehingga tujuan awal dari pembangunan yang dilakukan tidak tersendat ditengah jalan, karena kalau kebijakan pembangunan masyarakat selalu berubah-ubah, maka jangan harapan pembangunan masyarakat yang kita dambakan akan tercapai.
d.     Pengembangan kemandirian ekonomi masyarakat hendaknya dilakukan dengan model pendekatan partisipatif. Dimana masyarakat yang menganalisa kebutuhan mereka, merencanakan program dan merealisasikannya. Sedangkan pihak-pihak lain hanya menjadi media perantara untuk membantu proses-proses yang telah dilakukan masyarakat tersebut.
e.      Bagi komunitas keagamaan di desa seddur hendaknya mendirikan koperasi simpan pinjam, sehingga bisa mendapatkan bantuan dan penguatan dana oleh pemerintah.








[1] Endang Safuddir Anshori, Wawasan Islam................, hal 20.
[2] Hari Witono Suparlan, Zainal Arifin Suparlan, Arba’iyah Yusuf Arifin, “Pemberdayaan Masyarakat, Modul Para Aktivis Masyarakat”, (Sidoarjo: Pramulia Press, 2006) hal. xvii
[3] Hari Witono Suparlan, dkk , Pemberdayaan Masyarakat.... Hal xviii
[4] Drs. Bambang Isnawan, Ms. “Kemandirian, Suatu Refleksi”, http:///www. Ekonomi rakyat. Org/edisi-15/artikel-3, 2003.s 
0 komentar

Poskan Komentar

Flag Counter

free counters
Link Top Tutorial Blog Ping your blog, website, or RSS feed for Free

Kotak Berlangganan

Enter your email address:

Followers

About Me

Foto Saya
saya berasal dari orang yang menengah kebawah, tapi dengan keinginan kuat saya, tak menjadi penyebab bagi saya untuk tidak meneruskan kuliah, tekad yang bulat, dan keinginan yang menggebu-gebu mendorong saya untuk melang-lang buana atau merantau ke daerah yang jauh dari tanah kelahiran saya.